Rabu, 06 November 2013

HUKUM ADZAN DAN IQAMAH SEKALIGUS MENJADI IMAM SHALAT

Hero Ibnoe >>>
Ass wr wb numpang tanya blehkah seorang mo'adzan it untuk mnjd imam nx solat jma'ah



JAWABAN  
Kakek Jhosy >>> Wa'alaikukm salam wr wb 

Diperbolehkan bagi imam masjid untuk melakukan azan, iqamah, dan sekaligus menjadi imam. Dalam Mawahibul Jalil dikatakan,

Siapa yang memperkerjakan seseorang untuk menjadi muazin, iqamah, dan menjadi imam, maka ini diperbolehkan. Upah yang diberikan adalah sebagai ganti untuk usahanya dalam menjaga azan, iqamah, dan menjaga masjid, bukan untuk shalatnya.

Demikian pula dibolehkan seseorang hanya melakukan adzan dan iqamah tanpa menjadi imam. An-Nawawi mengatakan dalam kitab ( Al-Majmu‘ ) Kaum muslimin sepakat bolehnya seorang muazin menjadi imam, bahkan dianjurkan. Penulis kitab Al-Hawi mengatakan, ‘Masing-masing, antara azan dan iqamah memiliki keutamaan.

Oleh karena itu, orang yang memungkinkan menggabungkan antara tiga hal tersebut; azan, iqamah, dan menjadi imam maka itu lebih utama. Adapun, praktek Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para khulafaur rasyidin, di mana mereka tidak pernah melakukan azan dan sekaligus menjadi imam, karena kesibukan mereka dengan urusan yang lebih penting, dari pada sekedar azan dan iqamah


Referensi  
 فتاوى الشبكة الإسلامية  
فيجوز للإمام أن يتولى الأذان والإقامة والإمامة، قال الحطاب في مواهب الجليل: ومن استأجر رجلا على أن يؤذن لهم ويقيم ويصلي بهم جاز، وكأن الأجر إنما وقع على الأذان والإقامة والقيام بالمسجد لا على الصلاة. انتهى.

كما يجوز تولي الأذان والإمامة فقط، قال الإمام النووي في المجموع: أجمع المسلمون على جواز كون المؤذن إماماً واستحبابه، قال صاحب الحاوي: في كل واحد من الأذان والإمامة فضل. انتهى.

وعليه فالذي يتمكن من الجمع بين الثلاثة فهو أفضل، وأما عدم قيام النبي صلى الله عليه وسلم والخلفاء من بعده بذلك كله فلانشغالهم بما هو أهم من الأذان والإقامة، كما بينا ذلك

في الفتوى رقم: 69878

Link asal : https://www.facebook.com/groups/Fiqhsalafiyyah/579833525421340/?comment_id=579963078741718&notif_t=like

HUKUM WUDHU'NYA ORANG YANG TEBAL JENGGOTNYA

Al-Hadist
عن عثمان رضى الله عنه قال : إن النبي صلى الله عليه وسلم كان يخلل لحيته فى الوضوء. أخرجه الترمذى وصححه ابن خزيمة

Diceritakan dari Utsman ibn Affan (r.a), beliau berkata: “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW sentiasa mencelah-celahi  janggutnya  ketika  berwudu.
Diriwayatkan oleh al-Tirmizi dan dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah


Adapun jenggot dan berris/jambang yang tipis maka wajib d basuh luarnya dan juga dalamnya serta kulit di bawahnya. Ketika tebal maka wajib dibasu luarnya saja. Kecuali jenggotnya perempuan dan khuntsa maka wajib meresap kedalamnya.

Referensi   
كاشفة السجا في شرح سفينة النجا (ص: 18    
وأما اللحية والعارضان فإن خفا وجب غسل ظاهرهما وباطنهما مع البشرة التي تحتهما، وإن كثفا وجب غسل ظاهرهما دون باطنهما للمشقة إلا إذا كانا لامرأة وخنثى فيجب إيصال الماء لباطنهما مع بشرتهما لندرة ذلك مع كونه يندب للمرأة إزالتهما


Referensi   
   نهاية الزين (ص: 19  
وإذا كثفت لحية الرجل وعارضاه كفاه غسل ظاهر ذلك وهو الطبقة العليا من الشعر وضابط الكثافة أن لا ترى البشرة من خلال الشعر عند التخاطب مع القرب ولو خفت اللحية والعارضان بأن ترى البشرة من الشعر عند التخاطب مع القرب


Referensi  
  كفاية الأخيار (ص: 24  
وأما شعر العارضين فإن كان خفيفا وجب غسل ظاهره وباطنه مع البشرة وإن كان كثيفا وجب غسل ظاهره على الأظهر ولو خف بعضه وكثف بعضه فالراجح أن للخفيف حكم الخفيف المحض وللكثيف حكم الكثيف المحض

Senin, 04 November 2013

MENJAWAB ADZAN DISAAT MEMBACA AL-QUR'AN DAN DZIKIR

MENJAWAB ADZAN DISAAT MEMBACA AL-QUR'AN DAN DZIKIR 


Anuek Agam >>> 
Assalamulai'kum ustaz ! Misalnya ketika jamaah sedang
tahlilan dirumah yg musibah, waktu
insya di kumandankan azan.
Pertanyaannya apakah tahlilan
dilanjutkan terus ketika azan
dikumandangkan atau berhenti untuk menjawab azan dulu ?Tas
jwbnnya sy ucapkan trims.



JAWABAN 
Brojol Gemblung >>> Waalaikumussalam

Sesuai kemufakatan para ulama bahwa orang yg membaca al-Qur`an dan berdzikir disunnahkan untuk menjawab adzan. Maka dg demikian hendaklah orang yg berdzikir memutus dzikirnya untuk menjawab adzan. Dan andai dia meneruskan dzikirnya sampai selesai hingga adzan pun selesai, maka apabila jarak antara berhentinya dzikir dan adzan itu tidak lama maka masih disunnahkan untuk menjawabnya.

ﺗﺤﻔﺔ ﺍﻟﻤﺤﺘﺎﺝ ﻓﻲ ﺷﺮﺡ ﺍﻟﻤﻨﻬﺎﺝ 1/480 : 

ﻭﻳﻘﻄﻊ ﻟﻺﺟﺎﺑﺔ ﻧﺤﻮ ﺍﻟﻘﺮﺍﺀﺓ ، ﻭﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ، ﻭﺍﻟﺬﻛﺮ ﻭﺗﻜﺮﻩ ﻟﻤﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺇﻻ ﺍﻟﺤﻴﻌﻠﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﺘﺜﻮﻳﺐ ، ﺃﻭ ﺻﺪﻗﺖ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺒﻄﻠﻬﺎ ﺇﻥ ﻋﻠﻢ ﻭﺗﻌﻤﺪ ﻭﻟﻤﺠﺎﻣﻊ ﻭﻗﺎﺿﻲ ﺣﺎﺟﺔ ﺑﻞ ﻳﺠﻴﺒﺎﻥ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻔﺮﺍﻍ ﻛﻤﺼﻞ ﺇﻥ ﻗﺮﺏ ﺍﻟﻔﺼﻞ

ﺍﻟﻤﻮﺳﻮﻋﺔ ﺍﻟﺸﺎﻣﻠﺔ - ﺍﻟﻔﻘﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺬﺍﻫﺐ ﺍﻷﺭﺑﻌﺔ 1/467 

ﺃﻣﺎ ﺍﻟﻘﺎﺭﺉ ﻭﺍﻟﺬﺍﻛﺮ ﻓﺘﻄﻠﺐ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﺍﻹﺟﺎﺑﺔ ﺑﺎﺗﻔﺎﻕ 

ﺍﻟﺠﺎﻣﻌﺔ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ ﺑﺎﻟﻤﺪﻳﻨﺔ ﺍﻟﻤﻨﻮﺭﺓ - ﻣﺤﺘﻮﻯ ﻛﺘﺎﺏ ﺇﻋﺎﻧﺔ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ ﻋﻠﻰ ﺣﻞ ﺃﻟﻔﺎﻅ ﻓﺘﺢ ﺍﻟﻤﻌﻴﻦ - 271 

ﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﺤﻔﺔ: ﻫﻮ ﺍﻷﻓﻀﻞ، ﻓﻠﻮ ﺳﻜﺖ ﺣﺘﻰ ﻓﺮﻍ ﻛﻞ ﺍﻷﺫﺍﻥ ﺛﻢ ﺃﺟﺎﺏ ﻗﺒﻞ ﻓﺎﺻﻞ ﻃﻮﻳﻞ ﻋﺮﻓﺎ ﻛﻔﻰ ﻓﻲ ﺃﺻﻞ ﺳﻨﺔ ﺍﻹﺟﺎﺑﺔ ﻛﻤﺎ ﻫﻮ ﻇﺎﻫﺮ. ﺍﻩ

Link Asal : https://www.facebook.com/groups/Fiqhsalafiyyah/permalink/578811818856844/?comment_id=578924702178889&offset=0&total_comments=33

Minggu, 03 November 2013

LAKI-LAKI TERDAPAT DUA ISTRI DARI WANITA ISTRINTA SEMASA DIDUNIA

Ibnu Aqil >>> Assalamu alaikum, gimna klau suami istri cerai kmdian suami mnikah lgi kelak seandaixa sma2 msuk sorga ciapakah yg akan menjadi pndamping suamixa di dlam sorga, istri prtama atau istri kdua yg akan mejdi pendamping suamix slain 40 bidadari


 JAWABAN  
 Dha Kho Chan   
ﻭﺃﻥ ﻟﻠﺮﺟﻞ ﺯﻭﺟﺘﻴﻦ ﻣﻦ ﻧﺴﺎﺀ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﺑﺬﻟﻚ ﻳﻌﻠﻢ ﺍﺷﺘﺮﺍﻙ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﺟﻤﻴﻌﻬﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻮﺭ ﻭﻧﺴﺎﺀ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ 


Bagi orang laki-laki terdapat dua istri dari wanita- wanita istrinya semasa didunia, dengan demikian diketahui bahwa pria penduduk surga semuanya dalam kesamaan mengambil istri dari golongan bidadari serta wanita-wanita dunia.


Alfataawaa Al-Haditsiyah I/236


Link Asal : https://www.facebook.com/groups/Fiqhsalafiyyah/permalink/578242182247141/?comment_id=578250315579661&offset=0&total_comments=11

FATWA IMAM SYAFI'I DALAM MENGUSAP SEBAGIAN KEPALA SAAT WUDHU

Huda Miftakh>>> Assalamualaikumnumpang nanya,pada salah satu rukun wudhu ialah mashu ba'di r0'si(mengusap sebagian kepala),jadi banyak orang yang wudhu rambutny i2 panjan,saat sampai mengusap sebagian kepala,dia mengusap rambutnya aj,apakah sah orang wudhu seperti ini,minta dalil,di kitap ap?

 JAWABAN  

Langlang Buana >>> wa'alaikum salam   http://www.piss-ktb.com/...


قوله ولو بعض شعرة واحدة ) أي ولو كان الممسوح بعض شعرة واحدة فإنه يكفي ( قوله للآية ) علة لوجوب مسح بعض الرأسوهي قوله تعالى { وامسحوا برؤوسكم } ووجه دلالتها على الاكتفاء بمسح البعض أن الباء إذا دخلت على متعدد كما في الآية تكون للتبعيض أو على غير متعدد كما في قوله تعالى { وليطوفوا بالبيت العتيق } تكون للإلصاق وإنما وجب التعميم في التيمم مع أن آيته كهذه الآية لثبوت ذلك بالسنة ولأنه بدل فاعتبر مبدله ومسح الرأس أصل فاعتبر لفظه وروى مسلم أنه صلى الله عليه وسلم مسح بناصيته وعلى العمامة فدل ذلك على الاكتفاء بمسح البعض ولا يقال إن الناصية متعينة للنص عليها في الحديث لأنا نقول صد عن ذلك الإجماع وأيضا فالمسح اسم جنس يصدق بالبعض والكل ومسح الناصية فرد من أفراده وذكر فرد من أفراد العام بحكم العام لا يخصصه


(Keterangan meskipun sehelai rambut) artinya meskipun yang diusap sehelai rambut sesungguhnya telah mencukupi(Berdasarkan ayat al-Quran) alasan kewajiban mengusap sebagian kepala berdasarkan firman Allah Ta’ala (“Dan usaplah kepala-kepala kalian…” (QS. Al Maidah: 6)Wajah dilalah ayat ini menerangkan kecukupan mengusap sebagian kepala adalah huruf BA bila masuk pada yang berbilang seperti pada ayat ini berfaedah untuk TAB’IID (sebagian), sedang saat masuk pada yang tidak berbilang seperti pada ayat “dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf pada sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).” (QS. Al Hajj: 29) berfaedah ILSHAAQ (bertemu secara langsung).


Alasan diwajibkan meratakan dalam Bab Tayammum padahal juga dengan redaksi seperti ayat ini sebab terdapatinya ketetap dalil hadits tentangnya dan karena mengusap wajah saat tayammum adalah pengganti maka dipertimbangkan keberadaan penggantinya sedang mengusap kepala dalam wudhu adalah asal maka dipertimbangkan lafadz.


Dan Imam Muslim meriwayatkan bahwa Nabi SAW mengusap ubun-ubun dan diatas sorban beliau maka menununjukkan cukupnya mengusap sebagiannya dan tidak dapat dikatakan bahwa ubun-ubunlah yang tertentu untuk diusap sebab terdapat dalil nashnya karena yang demikian menyalahi kesepakatan Ulama disamping kata mengusap adalah isim jinis yang dapat mencocoki sebagian dan keseluruhan sedang mengusap ubun-ubun adalah bagian darinya, menuturkan bagian dari sebuah keumuman disertai hukumnya secara umum tidak dapat mengkhususkannya.
I’aanah at-Thoolibiin I/41
Wallaahu A'laamu Bis showaab

SHOLAT TIDAK KHUSYU', SAH ATAU TIDAK

Rizki Nak Al-Gozali Thea >>> askum saya mau tanya kalau hukum ea klau kta lgi solat tpi kta ingat pcr hukumnya batal atau engga



 JAWABAN
  Langlang Buana >>> wa'alaikum salam http://www.piss-ktb.com/...


Khusyuk itu hukumnya sunnat dalam setiap shalat. Jadi jika shalat sudah memenuhi syarat dan rukun saja, walaupun dilakukan dengan tidak khusyuk itu sah dan bisa menggugurkan kewajiban shalat fardhu.


(وَ) يُسَنُّ (الْخُشُوعُ) فِي كُلِّ صَلاتِهِ بِقَلْبِهِ بِأَنْ لا يَحْضُرَ فِيهِ غَيْرُ مَا هُوَ فِيهِ وَإِنْ تَعَلَّقَ بِالآخِرَةِ وَبِجَوَارِحِهِ بِأَنْ لا يَعْبَثَ بِأَحَدِهَا وَظَاهِرٌ أَنَّ هَذَا هُوَ مُرَادُهُ لأَنَّهُ سَيَذْكُرُ الأَوَّلَ بِقَوْلِهِ وَفَرَغَ قَلْبٌ إلا أَنْ يَجْعَلَ ذَاكَ سَبَبًا لَهُ وَلِذَا خَصَّهُ بِحَالَةِ الدُّخُولِ وَفِي الآيَةِ الْمُرَادُ كُلٌّ مِنْهُمَا كَمَا هُوَ ظَاهِرٌ أَيْضًا وَذَلِكَ لِثَنَاءِ اللَّهِ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْعَزِيزِ عَلَى فَاعِلِيهِ وَلانْتِفَاءِ ثَوَابِ الصَّلاةِ بِانْتِفَائِهِ كَمَا دَلَّتْ عَلَيْهِ الأَحَادِيثُ الصَّحِيحَةُ وَلأَنَّ لَنَا وَجْهًا اخْتَارَهُ جَمْعٌ أَنَّهُ شَرْطُ الصِّحَّةِ لَكِنْ فِي الْبَعْضِ فَيُكْرَهُ الاسْتِرْسَالُ مَعَ حَدِيثِ النَّفْسِ وَالْعَبَثِ كَتَسْوِيَةِ رِدَائِهِ أَوْ عِمَامَتِهِ لِغَيْرِ ضَرُورَةٍ مِنْ تَحَصُّلِ سُنَّةٍ أَوْ دَفْعِ مَضَرَّةٍ, وَقِيلَ يَحْرُمُ وَمِمَّا يُحَصِّلُ الْخُشُوعَ اسْتِحْضَارُهُ أَنَّهُ بَيْنَ يَدَيْ مِلْكِ الْمُلُوكِ الَّذِي يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى يُنَاجِيهِ وَأَنَّهُ رُبَّمَا تَجَلَّى عَلَيْهِ بِالْقَهْرِ لِعَدَمِ قِيَامِهِ بِحَقِّ رُبُوبِيَّتِهِ فَرَدَّ عَلَيْهِ صَلاتَهُ. 


[Tuhfatul Muhtaj syarah minhaj]

HUKUM ORANG MUSLIM MEMAKAI KALUNG YANG BERSALIB

Wasik Ahmad Shakiridi >>> daerah saya ada beberapa org muslim yang menjual batu nisan (kijing) yang berlogo SALIB untuk non muslim itu bagaimana ya hukumnya.. mohon pencerahannya semoga bermanfaat.



 JAWABAN 
 Syifa Ramadhany Forza Juventini >>> Wa'alaikum salam 


Dalam menghukumi seorang muslim yang memakai kalung salib (atau aksesoris lain yang khusus bagi orang kafir dan merupakan tanda kekafiran) harus mempertimbangkan tujuan pemakaiannya :Bila memang ridho dan condong pada agama mereka (orang kafir) maka dianggap murtad .Bila dengan tujuan menghina dan menganggap indahnya kalung tersebut maka berdosa saja.Bila dalam keadaan dorurot maka tidak masalah ,semisal dipaksa memakainya oleh orang orang kafir ,atau memakainya karena tidak tahu bahwa kalung tersebut merupakan tandanya orang kafir .


وأما ما كان خاصا بالكفار وزيا من أزيائهم التى جعلوها علامة لهم كلبس برنيطة وشد زنار وطرطور يهودي وغير ذلك فمن لبسه من االمسلمين رضا بهم وتهاونا باالدين وميلا للكافرين فهو كفر وردة والعياذ بالله ومن لبسه استخفافا بهم واستحسانا للزي دون دين الكفر فهو اثم قريب من المحرم واما من لبسه ضرورة كأسير عند الكفار ومضطر للبس ذلك فلا بأس به وكمن لبسه وهو لا يعلم انه زي خاص بالكفار وعلامة عليهم أصلا لكن اذا علم ذلك وجب خلعه وتركه وأما ما كان من الألبسة التى لا تختص بالكفار وليس علامة عليهم اصلا بل هو من الألبسة العامة المشتركة بيننا وبينهم فلا شيء فى لبسه بل هو حلال جائز وقال العز ابن عبد السلام واما فعلوا على وفق الإيجاب والندب والإباحة فى شرعنا فلايترك لأجل تعاطيهم إياه فإن الشرع لاينهى عنه على التشبه بما أذن الله اهـ (مجموع فتاوى ورسائل ص : 183)


sumber : http://www.piss-ktb.com/...


Link asal : https://www.facebook.com/groups/Fiqhsalafiyyah/572704756134217/?comment_id=573224116082281&notif_t=group_comment_reply