Kamis, 02 Mei 2013

MAKMUM TIDAK BISA MELIHAT GARAKAN IMAM KARNA TERHALANG TEMBOK Part I

Zahra
Assalamualaikum
langsung mawon njeh...
Di daerah terdapat sebuah bangunan masjid yg sangat bagus dan bertingkat. Pada waktu mengikuti sholat hari raya saya berada di tingkat 3 yg di beri layar televisi guna mengetahui gerak gerik imam lebih lebih ketika sholat hari raya atau sholat jumah. Pertanyaanya
A. cukupkah para jamaah yg berada di tingkat 3 melihat imam asli dg melalui media TV atau layar lebar ?

B. sah kah sholat hari raya atau sholat jumah tersebut ? Mohon jawabannya poro ustad..


JAWABAN
Wes Qie >>>
و ) الثالث (علم بانتقالات إمام ) برؤيته أو رؤية صف أو بعضه أو سماع صوته أو صوت مبلغ ثقة أو برابطة وهو شخص يقف أمام منفذ كالباب ليرى الإمام أو بعض المأمومين فيتبعه من بجانبه أو خلفه، وإن لم يعلم بانتقالات الإمام اكتفى بعلمه بانتقالات الرابطة فيكون الرابطة كالإمام لهم
(نهاية الزين 121)
Syarat jamaah yg no 3 makmum harus mengetahui perpindahan imam dari 1 rukun k rukun yg lain dg melihat imam secara langsung melihat shof d depannya, melihat sebagian dari shof, mendengar suara imam, mendengar suara org yg menyampaikan suara imam yg dpt d percya atau dg melihat robit


Wes Qie NIHAAYATUZ ZAIN 122
{FAINKAANA FII MASJIDIN} FALMADARU 'ALAAL 'ILMI BIL INTIQOOLAATI BITHORIIQIN MINATH THURUQIL MUTAQODDIMATI WACHIINAIDZIN{SHOCHCHA AL IQTIDAAU}------WALAUKAANA ACHADAHUMAA BI'ULUWWIN KASATHCHIL MASJIDI AU MANAAROTIHI WAL AKHORU BISUFLIN KASAROODIBIHII AU BIKRIN FIIHI

Jika imam dan makmum berada di masjid, maka yg penting makmum bisa mengetahui perpindahan imam dg salah satu dari beberapa cara yg telah di sebutkan. Dan pada saat itu, maka sah mengikuti ima. Dan andaikata salah satu dari makmu dan imam berada di atas seperti di loteng masjid atau menaranya, sedang yg lain berada di bawah seperti bangunan bawah tanah, atau di dalam sumur maka hal itu tdk berbahaya
{ tidak merusak ke absahan berjamaah }

Idem . . . . . .
Salinan bahasa arab dari yai Wes Qie
Kitab Nihayatuz Zain halaman 122
(فَاءِن كَانَ فِي مَسجِدٍ ) فَالمَدَارُ عَلَى العِلمِ بِا لاْ نْتِقَالاَتِ بِطَرِيْقٍ مِنَ الطُرُقِ الْمُتَقَدَّ مَةِ وَحِنَئِدٍ (صّحَّ الاِقْتِدَأُ )…وَلَوْ كَانَ اَ حَدُهُمَا بِعُلُوِّ كَسَطْحِ المَسْجِدِ اَوْ مَنَا رَتِهِ وَالاَ خَرُ بِسُفْلٍ كَسَرَادِبِهِ اَوْبِئْرٍ فِيْهِ لاَيَضُرُّ
Maka jika keduanya (imam dan makmum) berada di sebuah masjid, maka yang menjadi pokok pembahasan atas pengetahuan dengan perpindahan-perpindahan adalah dengan salah satu cara dari cara-cara yang telah disebutkan. Dan pada saat itu, maka sah mengikuti imam… Dan andaikata salah seorang diantara keduanya (makmum dan imam) berada di atas seperti loteng masjid atau menaranya, sedang yang lain berada di bawah seperti bangunan bawah tanah tersebut, maka hal itu tidak merusak keabsahan bermakmum.


Link Asal
http://www.facebook.com/groups/Fiqhsalafiyyah/permalink/487251551346205/?comment_id=487690704635623&offset=0&total_comments=27

Tidak ada komentar:

Posting Komentar